Selasa, 17 Maret 2009

TIPS SEHAT

beberapa waktu lalu saya sedang berjalan jalan, dan akhirnya saya menemukan tulisan ini da situs www.mail-archive.com. mohon ijin untuk mempublikasikan tulisan ini :)


Situasi politik belakangan ini sedang tidak terlalu menarik untuk diikuti.
Seperti sebuah cerita yang sudah bisa diduga ujungnya. Atau seperti sebuah
sinetron yang kentara sekali kalau sedang akting. Bahkan kadang kadang
saya merasa seperti melihat srimulat. Hanya bedanya kalau srimulat itu
lucu.


Sambil mengisi waktu menunggu tontonan politik yang lebih mempunyai greget
dan optimisme, kali ini saya ingin menularkan resep murah (sangat murah)
untuk hidup sehat.

Saya mendapatkannya dari seorang guru kuntauw (kungfu) Cina yang sekaligus
seorang tukang kayu. Anak muridnya tidak banyak, seingat saya, cuma ada
5-6 orang. Ada yang tua ada yang masih anak anak. Waktu itu saya juga masih
terbilang anak-anak ketika datang hendak belajar kuntauw kepadanya. Saya
adalah satu satunya anak murid wanita ketika itu.

Karena guru dan muridnya lainnya semua orang Cina, maka saya menjadi yang
berkulit paling hitam dan bermata paling besar :-)
Saya datang diantar oleh paman saya, orang Madura, sahabat sang guru itu.

Tidak lama saya belajar, hanya 4-5 bulan saja. Tetapi saya merasa mendapat
banyak dari guru itu. Terutama bukan ilmu silat yang saya banyak dapat,
melainkan semacam kebijaksanaan (wisdom).

Sang guru itu melihat manusia tidak terpisah dari lingkungannya. Bahkan
konsep bersilatnyapun sangat selaras dengan konsepnya tentang menjaga
kesehatan. Manusia dihayati benar benar seperti berada didalam rumahnya
sendiri. Dalam pemikirannya semua sudah tersedia bagi manusia. Ia tidak
menganjurkan belajar senjata tertentu secara khusus, melainkan memanfaatkan
apapun yang ada bisa sebagai senjata membela diri. Ia hanya meminta kita
untuk mengamati alam dengan jujur dan dengan mata terbuka lebar seperti
anak bayi. Dan semua akan berjalan seperti simfoni yang harmonis.

Konsep silatnya meluas menjadi wisdom. Silat tidak dimengerti hanya untuk
memerangi orang jahat melainkan juga bagaimana menghindari penyakit,
menyembuhkan penyakit, menyelesaikan tugas, menikmati makanan, bahkan
sebagai cara untuk berbahagia.

Saya tidak tahu seberapa tinggi ilmu silatnya, tetapi kalau melihat dia,
saya membayangkan seperti tokoh di cerita cerita silat Cina yang saya
sering baca waktu itu. Cina menjadi suatu budaya, berikut orang orangnya
yang penuh kedalaman. Harus saya akui, ketika itu adalah saat pertama saya
bergaul dengan orang orang Cina secara intens. Saya beruntung mendapatkan
mereka sebagai pintu masuk pertama bergaul dengan orang-orang Cina
selanjutnya.

Karena itu, bagi saya kata Cina mewakili konotasi sebuah wisdom, sebuah
kehalusan, sebuah budaya besar dibelakang sejarah orang orangnya. Itu pula
sebabnya, ketika ada saran untuk mengganti dengan panggilan Tionghoa
terasa aneh ditelinga dan terasa aneh terutama di kesadaran saya.
Saya sering menulis kata seperti bagaimana diucapkannya. Maka ketika
menulis kata Tionghoa sering hampir keliru dengan menulis Tiongwa :-)
Singkatnya, kata Tionghoa itu terdengar makin mengasingkan dibandingkan
kata Cina.

Guru saya yang saya panggil Empek (empeh) yang artinya pakde atau paman
tua itu, mengajarkan 5 resep penting untuk kesehatan manusia. Ternyata
resep untuk sehat bukan cuma memperhatikan apa yang MASUK kedalam tubuh,
melainkan juga apa yang KELUAR dari tubuh.

Mari kita simak satu persatu.

1. NAFAS.
Setiap pagi (bila kita muslim, setelah sholat subuh), berdiri diudara
terbuka, tarik nafas perlahan dan dalam, isi sepenuhnya di dada sampai
tergembung keras sekali. Lalu dengan santai lepaskan nafas sepanjang
panjangnya sampai habis, sehabis habisnya. Lakukan ini 20-30 kali.
Pertama kali melakukan, kepala terasa pusing. Lama lama terbiasa.
Sang guru menyebutnya dengan istilah bernafas bersama alam. Ada
bahasa mandarinnya untuk istilah ini, tetapi saya lupa.

2. AIR
Malam sebelum tidur siapkan air minum ditempat yang terbuat dari tanah liat
yang tidak di cat. Letakkan ditempat terbuka (bukan didalam ruangan). Saya
dulu memakai kendi-kendi untuk ini.
Air bisa diambil dari kran, sumur atau sungai, yang penting dimasak.
Jangan pakai air mineral dalam kemasan.
Ketika bangun pagi, minum air embun itu sebanyak banyaknya. Tidak usah
sekaligus, yang penting jumlahnya banyak. Saya dahulu menghabiskan 3 kendi
setiap hari. Nanti akan banyak keluar sebagai kencing. Memang itu
maksudnya, membersihkan ginjal. Namun bila ginjal sakit atau rusak jangan
lakukan ini.

3. KENCING
Manusia dilengkapi dengan obat mujarab yang bisa diperoleh secara gratis.
Obat itu adalah air kencing. Setiap pagi, minum segelas kencing sendiri
adalah obat yang bisa melenyapkan penyakit apapun secara ajaib. Bahkan
kanker bisa sembuh.
Saya pernah mengumpulkan dari pelbagai sumber, ternyata ini sangat populer
di India, Cina, Mesir bahkan sejak jaman sangat kuno.
Sekarang dunia mengenalnya sebagai urine therapy yang semakin dicoba dan
diselidiki semakin nyata manfaatnya.
Kencing ini bisa menyembuhkan luka, gigitan binatang, keracunan, terbakar.
Apalagi sekedar jerawat. Pemakaian untuk luka luar adalah dengan
membasuhnya. Sangat mudah dan murah.

4. PIKIRAN
Ini lebih sulit. Pikiran harus diusahakan untuk: tidak iri, tidak benci,
tidak marah, tidak takut, tidak kuatir. Dibiarkan mengalir seperti air.
Bahkan kanker juga bisa sembuh dengan pikiran.
Pikiran yang positif akan membantu manusia untuk selalu berbuat baik
kepada alam dan seisinya. Maka dalam setiap saat akan selalu merasa cerah.
Ini mengingatkan saya pada sikap hidup rahib rahib dipegunungan yang
berpikiran sederhana namun kesederhanaan itu bisa diambil sebagai kiat
untuk hidup sehat. Guru itu sering meyakinkan murid-muridnya bahwa bila
pikiran datang maka tenaga (chi) datang. Ini juga ada istilah khususnya
dalam bahasa mandarin.
Merasa sakit adalah sakit. Berpikir sembuh itu menyembuhkan.

5. KELAKUAN
Ini paling sulit, tetapi paling mudah mencari contohnya. Bila kita memukul
orang, orang akan balas memukul kita dan itu bisa membuat badan kita tidak
sehat. Demikian guru kuntauw itu pernah memberi contoh dengan wajah lucu.
Kesehatan diperluas sampai batas sosial. Bahkan kalau kita memfinah, kita
bisa tidak sehat karena dipukul oleh orang yang sakit hati kepada kita
itu.


Dari kelima resep diatas, semuanya bisa dicari sumbernya di kitab kitab
klasik. Bahkan seorang teman yang khatam ayat-ayat Quran pernah mengatakan
bahwa itu semua bisa disarikan dari kitab suci itu. Dari seorang pendeta
juga ada yang pernah mengungkapkan hal itu dari membaca AlKitabnya.

Saya yakin juga, kesadaran untuk hidup sehat bisa didapat dari mana-mana.
Bisa dari kitab agama apapun, yang penting kita tahu cara memahaminya.
Bisa dari orang apapun, entah Cina entah Belanda, yang penting kita tahu
ada kemanusiaan di hatinya.

Dan kebenaran itu ternyata baru saya gali dari kenangan kepada seorang
guru silat, orang Cina sederhana, tetapi sangat sehat. Lalu sekarang saya
ceritakan disini.

Guru itu sudah meninggal dunia di usia yang sangat tua. Tetapi pelajarannya
tentang ilmu lingkaran dalam kuntauw thay ji yang diajarkannya,
pemahamannya tentang kesehatan dalam arti harmoni dan kedamaian hati,
tetap saya bisa ambil sari patinya.

Saya harapkan dari resep sehat ini bisa diambil manfaatnya. Bukan hanya
sehat dalam arti sempit, melainkan sehat dalam arti seluas kemanusiaan
bisa menampungnya.

Kita merasa terharu dan merasa diselimuti rasa cinta diantara sesama bila
kita sehat dalam arti itu

1 komentar:

  1. postingan yang bagus, sangat bermanfaat :)
    TFS.. ;)

    BalasHapus

kasih komentar ya!!